Our IVF Result

Halo lagi!

Dua bulan terakhir, minat untuk menulis hilang sama sekali, bahkan instagram pun cuma bertambah 2 foto. Sebetulnya tidak ada maksud untuk menghilang tetapi selama dua bulan terakhir, pertemanan dengan kasur melebihi apapun yang terjadi di luar sana (terdengar eh terbaca lebay ya hehe).

 

30 Mei 2018 – Tes BhCG (pertama) 

Setelah melewati masa tunggu dua minggu (two weeks wait), kami dijadwalkan untuk melakukan tes darah untuk menghitung hCG (Human chorionic gonadotropin). Rasa di hati pastinya campur aduk karena setelah darah diambil, kami masih menunggu sekitar 2 jam untuk hasil tes keluar, ditambah sekitar 1 jam antrian dengan pasien lainnya.

IMG_8836

yang lagi stress nunggu hasil tes BhCG part.1

Saya pribadi sebetulnya pasrah apapun hasilnya. Tetapi, dalam berbagai cara, saya seperti selalu diingatkan, pasrah tidak berarti lemah atau menyerah. Pasrah saya seperti sebuah determinasi, cuma ada satu pilihan yaitu Tuhan memberikan apa yang kami minta. Apakah itu seperti memaksa? Tidak, menurut saya. Karena yang saya rasakan adalah suatu semangat dan keyakinan yang terfokus pada satu tujuan.

Hasil BhCG-nya menunjukkan angka 44!

Senang dong pastinya :). Dokter belum melakukan USG karena kemungkinan masih belum kelihatan juga. Dan kita juga lupa bertanya perkiraan usia janin (kemudian hari, setelah saya hitung lagi, usianya baru sekitar 3 minggu). Kami diminta untuk kembali 2 minggu lagi untuk tes BhCG (lagi) untuk memastikan janin bertumbuh atau tidak. Pesan dari dokter Devindran, jangan terlalu excited dulu karena worst scenario masih sangat mungkin terjadi. Jadi kami sepakat untuk membatasi informasi ke keluarga inti dan beberapa teman dekat saja, sekalian minta didoain #FakirDoa

Sesudah urusan rumah sakit selesai, sorenya kami langsung terbang kembali ke Jakarta. Masa tinggal saya di Penang sudah 29 hari, dan saya tidak mau ambil resiko harus perpanjang visa karena tinggal lebih dari 30 hari. Mungkin banyak yang bertanya apakah aman untuk naik pesawat? Pertama, tentunya dengan seijin dokter. Kedua, jika rute penerbangannya bukan daerah turbulensi luar biasa dan tidak terlalu lama, harusnya aman walau usia kandungan masih muda. Saya justru terkadang lebih kuatir naik mobil dengan jalan berlubang atau polisi tidur yang terlalu tinggi, lebih berasa hentakannya di perut.

Note: penerbangan kami sempat ditunda, pesawat kembali ke gerbang keberangkatan padahal sudah ke area lepas landas karena ada kendala teknis (info yang kami dengar ada kendala mesin tidak bisa lepas landas). Untunglah, cuma butuh sekitar 30 menit untuk perbaikan #DramaPenerbangan babak kesekian

11 Juni 2018 – tes BhCG (kedua)

Menuju hari tes BhCG kedua ini, rasanya jauh lebih stress. Saya tahu kalau sedang hamil tetapi apa rasanya kalau ternyata tes kedua malah jadi tidak hamil. Saya bolak-balik menelusuri artikel dan review apa makna dari angka 44, apakah ini angka minimal yang bagus atau sebetulnya bisa jadi terlalu rendah. Stress deh pokoknya.

Bulan Agustus 2017, saya sedang ada acara huddle bersama Nina dan Mas Sunu. Nina baru kembali dari silent retreat di Bali, dan dia menceritakan hal positif yang dia rasakan dari retreat tersebut. Saat itu, entah kenapa ada dorongan dihati saya untuk cerita, kalau tahun 2017 itu saya merasa didorong untuk berdoa yang spesifik terkait program hamil kami. Saya berdoa untuk mendapatkan anak kembar. Waktu itu, kalau saya pikir kembali, pertimbangannya karena usia, saya ingin menjadi orang tua yang maksimal, menemani pertumbuhan anak-anak kami selama mungkin. Jadi kalau anak pertama baru lahir di tahun 2018, berarti anak kedua paling cepat usia saya sekitar 37 tahun. Perhitungan sederhana dari logika matematika rumah tangga juga.

Dari blog yang saya baca, hasil tes BhCG dari kehamilan kembar biasanya diatas 500 sampai hampir 1000, jadi sebetulnya saya tidak terlalu memikirkan doa di tahun sebelumnya itu. Fokus-nya cuma si janin sehat, titik. Tetapi, saat duduk di ruang tunggu pasien, seperti ada pertanyaan yang muncul di hati (ehm, gimana ya menjelaskannya. Semacam pertanyaan yang muncul tiba-tiba padahal lagi enggak kepikiran lah), gimana kalau saya hamil anak kembar? Saya kaget sendiri sih kok tiba-tiba kepikiran pertanyaan tersebut. Sejujurnya, saya lagi takut dengan hasil tes darahnya dan ditambah pertanyaan tersebut. I said to God “I’m scared but let Your will be done because I know You will strengthening us to do Your will”.

Di meja dokter Devindran, secarik kertas hasil laporan tes BhCG kami menunjukkan angka 6,995. Dari hasil USG sudah kelihatan ada 2 kantong janin. Senangnya minta ampun, antara mau menangis, ketawa, campur aduk deh.

IMG_8877

oh, hello you two ;*

 

PHOTO-2018-05-31-05-03-27

Mandatory picture with our doctor & team (missing Nurse Mei & Nurse Lim)

 

PHOTO-2018-05-31-05-03-26

Found Ms. Lim, one of caring nurse we treasured

 

Dari angka statistik, untuk pasangan dibawah usia 35 tahun, kemungkinan program IVF berhasil hamil sekitar 40% (jumlah ini menurun lagi kalau dilihat sampai kelahiran, saya lupa persisnya). Jadi, bisa dibilang kami sangat beruntung berhasil di percobaan pertama. Walaupun penuh drama selama 5 bulan terakhir, bolak-balik Jakarta-Penang.

Keberhasilan ini tidak membuktikan kami lebih baik dari pasangan lainnya yang belum berhasil. Kami hanya sudah berada di ‘waktunya’ saja. To all my dearest TTC fellows, our thought and prayer are always with you. May the ‘right time’ come to your way, as soonest! Tetap semangat yaa…

Note: #DramaPenerbangan Penang-Jakarta, pesawat kami harusnya berangkat pagi tetapi kemudian pesawat dari Jakarta tak kunjung hadir, delay pertama kemungkinan berangkat siang/sore. Kemudian, ternyata delay lagi dan mungkin baru berangkat malam. Oh well, karena pengalaman sebelumnya pesawat dari Jakarta baru tiba di Penang jam 10 malam, kami tidak mau mengambil resiko. Untuk pertama kalinya, passport kami dicoret karena tidak jadi berangkat. Kami kembali ke hotel dan memesan tiket penerbangan esok hari, dengan maskapai berbeda. Refund tiket sudah diurus, karena delay-nya lebih dari 10 jam, tetapi sampai hari ini belum ada kabar.

Advertisements