The White Eggs Affair

Saya bukan tipe picky eater dalam hal makanan, jadi pada saat harus makan putih telur setiap hari dengan sekian jumlah, I thought I would be okay. Tiga hari pertama sih masih oke ya, setelah itu, mencium baunya saja aku sulit hehe.

Anyway, sebetulnya tidak ada pantangan tertentu apa yang tidak boleh cara masak/makannya, jadi berkreasilah sekreatif mungkin. Beberapa yang sudah saya lakukan:

 

My favorit (I found it after OPU, which I still need to eat white eggs till period came)

Telur ayam kampung direbus selama 9-10 menit (pakai timer, jangan pakai hati ngitungnya), setelahnya masukkan ke air dingin, setelah panasnya mulai tinggal hangat-hangat kuku, seperti pelukan suami di pagi hari #eaaa, kupas/belah dua, langsung dimakan.

Sebagian kecil putih dan kuning telurnya masih ada yang bentuknya creamy padat gitu (me laff) dan lebih enak dimakan pas hangat.

Apakah wajib telur ayam kampung? Enggak sih. Tetapi, menurut saya bau telur ayam kampung yang paling minimal dan bisa ditoleransi oleh hidung saya. P.S.: dan ukurannya lebih kecil hahaha

 

My 2nd favorit

Masak putih telurnya bersama kuah kaldu (apa pun yang sehat). Kuahnya jangan banyak ya, semangkuk kecil cukup. Caranya: panaskan kuah sampai mendidih, masukkan putih telur mentah (yang sudah dipisah dari kuning telur), aduk cepat sampai matang. Voila, jadi sup putih telur! Silakan kalau mau ditambah dengan toping lainnya.

Ini saya lakukan waktu tinggal di apartemen selama di Penang, kalau kita beli noodle soup, biasanya kuah-nya dipisah. Jadi kuah-nya ini yang saya pakai.

 

Other option (pake topping atau side dish yang disukai)

  • Dimasak dengan cara di-scramble (pake minyak/butter sedikit, panaskan, masukkan putih telur, aduk sampai matang) atau omelet (pake minyak/butter sedikit, panaskan, masukkan telur, gulung-gulung ke tengah atau ke salah satu sisi sampai semua telur matang)
  • Dimasak jadi telur mata sapi (tips: kalau suka atau pernah lihat telur mata sapi di warung makan yang bulatnya bagus dengan pinggiran yang crunchy kecokelatan, and you like them, cara masaknya gampang kok. Cuma perlu wajan masak yang cekung dan minyak yang agak banyak. Caranya: Panaskan minyak, pecahkan telur di mangkuk biar gampang pas dimasukkan ke wajan. Setelah minyak panas, masukkan telur perlahan. Biasanya telur akan naik sendiri ke permukaan, tinggal dibalik. Tunggu matang, baru angkat. Note: kadang untuk telur pertama suka lengket di wajan)

Nah, untuk topping/side dishnya yang pernah saya coba: tumisan sayuran (jamur, brokoli,toge, pok coy, asparagus, dll), buah-buahan (jeruk, blueberry, alpukat, dll), pernah juga pake grilled fish (salmon, snapper) tetapi malah jadi eneg *ngana pikir protein tambah protein jadi apa hahaha

Untuk menambah rasa bisa pake bumbu garam dan lada putih bubuk. Hindari menggunakan mayoneise dan sambal botolan. Well, lebih karena ada kemungkinan mengandung zat pengawet atau lainnya yang katanya tidak baik untuk tubuh.

Enjoy this phase (shall pass too) dan tetap semangat yaa!

 

P.S.: Beberapa foto-foto hasil masakannya (yang keingat buat difoto) ada di IG: @rumahkopi 🙂

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s