Day 1: Getting Lost #JapanTrip

Kami tiba di bandara Narita sesuai jadwal 4.25pm. Tau kan inang satu ini gemar bikin rencana into details. Jadi saya perkirakan dengan ambil bagasi + beli mini wifi/sim card, jam 6pm kami sudah keluar bandara. Saya naik kereta, suami bareng timnya naik mobil yang jemput atasannya suami. Eh, ternyata dari rombongan kami ber-4, 3 lolos dengan mulus di imigrasi, suami saya malah ditahan oleh immigration inspector. Ternyata memang kejadian juga dengan teman kantor suami yang ke Jepang bulan lalu. Dan itu makan waktu 1.5 jam. Duh, sebelumnya saya sudah mulai kesal karena pas melewati x-ray checking di Soetta, jam tangan suami ketinggalan di tray. ITU JAM TANGAN HADIAH ULTAH. YAUDAHLAH CUKUP NGILANGIN DOMPET MEREK YANG SAMA DENGAN JAMNYA JUGAK *mbaknya gak sante ngitung biaya kerugian hahaha. Btw, setelah sampai hotel ternyata jamnya nyelip di tas #sujudsyukur

Petugas Imigrasinya pun sampai keluar nanya2 saya pake bahasa Jepang. Untunglah salah satu teman kantor suami bisa bahasa Jepang dengan lancar. Jadi dia yang menjawab pertanyaan si petugas. Nah, 2 hari sebelum berangkat, salah satu tim volunteer saya cerita kalau dia ditanyain petugas imigrasi juga rincian itinerary  selama di Jepang (tempat menginap, transportasi untuk kesana, dst). Jadi, saya makin kekeuh untuk itinerary lengkap buat pegangan. Dan bener aja si petugas imigrasi nanya detail alamat saya menginap. Ya dengan bahasa tarzan saya jelasin dari print-an itinerary. Petugasnya minta untuk di fotokopi, kemudian barulah suami keluar dari ruang pemeriksaan.

Selesai urusan2 di bandara, saya baru naik kereta Narita Express jam 7:15 menuju Yokohama. Harusnya tiba jam 8 jadi molor sampai jam 9 kurang. Untunglah tempat menginapnya dekat stasiun. Jadi begitu sampai penginapan bisa langsung mandi dan tidur. #hayatilelah

Kebangun sekitar jam 6 pagi dan hujan deras sodara-sodara. Jadi saya tidur lagi sampai sekitar jam 7. Bangun pun karena ada beberapa email & WA yang urgent untuk direspon. Jadi jam 9an baru jalan. Koper ditinggal di penginapan.

1st stop – Yokohama Landmark Tower (Sky Garden, 69 floor)

Jadi, untuk naik ke Sky Garden ini kita perlu membayar ¥1.000. Dengan lift khusus, dari lantai dasar ke lantai 69 hanya sekitar 40 detik. Terus kita bisa menikmati city view dari 4 jendela kaca-nya deh. Menurut saya, ini worth it banget apalagi dengan waktu liburan yang terbatas setidaknya bisa puas melihat kota dari atas ya kan.
Nah, pas turun ternyata tidak ke lantai dasar tapi ke lantai 5 plaza. Di Indonesia aja, saya sering nyasar di mal. Lah ini keluar lift kanan-kiri kafe & toko. Jadi, saya mencoba mencari jalan keluar ke arah Yokohama Museum Art. Beneran nyasar bolak-balik enggak jelas. Btw, ini murni kesalahan saya yang memang bermasalah dalam mengartikan petunjuk jalan dan direction. Petunjuk jalannya banyak kok.


2nd stop: Yokohama Art Museum

Saya bukan orang yang menggemari seni & lukisan. Jadi, waktu memutuskan kesini selain karena sekalian satu area, mau tahu seperti apa art culture di sini. Hasil karya seni adalah representasi dari budaya pemikiran dan sejarah yang dialami oleh si pelakunya.

Biaya masuk untuk galeri umum saja ¥500. Biasanya ada pameran, nah yang ini saya skip karena biayanya jadi ¥1.500 *mending buat makan yak haha. Oia, untuk foreign visitor kita diminta untuk isi survey di information desk, cuma pertanyaan umum kok, terus di kasih post card *happy. Setelah puas keliling Museum, mampir ke cafe & souvenir shop nya.


3rd stop: Yokohama World Porters 

Tadi pagi saya cuma sarapan sandwich roti+telur. Setengah pagi, setengah buat siang. Porsinya memang besar dan telurnya dibuat dalam 4 cara. Enak. Nah, seharian jalan di tengah gerimis, perut enggak terlalu lapar, tapi kaki gempor gilak. Untunglah, saya udah pernah latihan jalan kaki. Bayangkan, 23.600 lebih total jumlah langkah kaki saya hari ini 😅

Saya memutuskan untuk mampir kesini karena kaki pegal banget. Tempatnya sebelahan sama Cosmos Ferish Wheel, jadi setelah hujan-hujanan buat foto, lumayan banget bisa duduk2 disini sekalian ke toilet. Eh, senang deh bolak balik ke toilet. Apalagi baru kena hujan hohoho.

Nah, World Porters ini sebetulnya mal juga. Luasnya sekitar sebesar Citos. Jadi setelah keliling sebentar, saya memutuskan untuk nyobain yokohama egg tart-nya. Kalau Hokkaido egg tart yang saya cobain di Kokas kan baru banget tuh keluar dari oven, jadi krim kejunya meleleh. Nah ini, ya egg tart dingin. Tetep enak kok, crunchy & cheesy. Saya cuma beli 1 (¥200) dan cukup banget buat cemilan sore.


4th stop: Red Brick Warehouse 

Ini tempat favorite sayah! Bangunan 3 lantai dengan warna merah bata yang khas. Di lantai 3 ada seafood restaurants, lantai 2 berbagai barang lucu khas daerah wisata. Nah di lantai 1 rata2 coffee shop yang area luarnya dari kaca jadi bisa sekalian buat bengong2 liatin port, perahu, atau apalah hahaha.

Kebayang sih, seru banget kalau perginya bareng pasangan. Di area taman di sebelahnya juga romantis banget buat duduk-duduk. Nah, karena saya pergi sendirian & gerimis. Yaudahlah disini cuma numpang foto dan bikin IG story aja.



5th stop: Yamashita Park

Ini terkenal untuk orang lokal berakifitas. Papasan dengan yang lari sore, bawa anjing jalan2, atau sekedar duduk di taman sambil ngemil. Bunga-bunganya juga cantik dan banyak variasinya.
6th stop: China Town

Jadi ada 3 orang native Jepang yang merekomendasikan kita untuk kesini. Karena baru “ngemil” seharian belum kena makanan berat, rasanya bahagiaaa banget liat jajaran toko makanan. Akhirnya, tetap memilih yang paling sepi sih. Jiwa introvertku butuh ketenangan untuk beristirahat.
Tapi, menurutku ini enggak wajib didatangi sih. Lah, makanannya kayak kita lagi ke daerah Kota kok hahaha. Harga makanan beratnya sekitar ¥750-¥2.000 (menu umum yang dipajang di depan toko).
Nah, ke-6 lokasi ini jaraknya berdekatan. Dari yang sebelahan, nyeberang jalan, sampai beda jarak kurang dari 1KM. Saya bolak-balik nyasar karena arahan google map beberapa kali kebalik 😅 Jadi, 6 tempat ini saya kelilingi dengan berjalan kaki dari jam 9.30am – 6pm.


Balik ke penginapan untuk ambil koper baru menuju ke YCAT (Yokohama City Air Terminal) untuk naik Willer Bus menuju Osaka.

Till next story…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s