It’s just another day!

Awalnya, saya mencari informasi mengenai seorang dokter dengan hasil pencarian memunculkan sejumlah blog yang menarik untuk saya tentunya. Blog walking selalu menjadi booster yang efektif buat penyuka curhat lewat tulisan tapi suka sok sibuk jadi jarang-jarang menelurkan ‘karya’ seperti saya hehe (daripada menelurkan telur, entar dikirain ayam :p)

Okeh, balik ke tujuan tulisan kali ini sekedar mengisi waktu pembaca yang ingin tahu hari libur mamak-mamak satu ini. Mariiii kita mulai 😉

07:15 di rumah tercinta
Pagi-pagi, suami udah wanti-wanti untuk masukin jadwal ke Depok hari ini. Fyi, rumah saya di dekat Taman Mini, Jakarta Timur (penting gitu disebutin). Kenapa ke Depok? Karena setelah lebih dari setahun menikah, kami belum punya KK sendiri. Macam kumpul kebo yang sah gitu. Jadilah pagi-pagi saya telepon sang sekretaris RT/RW untuk bikin appointment. Mas Sekre-nya sibuk, jadi suka enggak di rumah gitu kakak.

Sebetulnya, pengurusan surat-surat ini sudah dibantu oleh Amang Simatua (mertua -red) tetapi ada surat-surat yang kalau mau jalur cepat a.k.a diurusin sama ‘mereka’ pengadaannya maka ada sejumlah uang yang perlu saya bayarkan. Ya kan KTP katanya gratis yak jadilah kita sepakat untuk enggak mau bayar-bayar seperti itu lagi (iyes, udah pernah mengalami bikin / perpanjang KTP versi bayar & tidak bayar).

10:30 Salah satu kelurahan di Depok
Perhentian pertama rumah Mas Sekretaris. Lantjaarrr… Masnya di rumah dan masih ingat saya (oh, mbak yang itu!). Surat pengantar disiapkan untuk kemudian kita ke rumah pak RT & RW buat minta cap dan tandatangan. Kalau minta makan siang berarti RM Padang Sederhana hehe.

Pak RT masih ingat saya jugaakkk *horeee tepuk tangan. Ya dengan sambutan yang sama ‘mbak yang ituu yaaa’. Okesip, pak RT, terima kasih untuk keramahannya ditengah siang hari bolong ini. Walaupun rumah Mas Sekre, Pak RT, dan RW satu area tetap aja lumayan sih jalan kaki ditengah teriknya matahari Desember (tsahhh).

Dan tibalah di rumah terakhir, jeeng jeengg.. Saya dan suami lupa diantara 2 rumah yang mana rumah Pak RW. Jadilah kita ketuk-ketuk dua pintu. Rumah pertama akhirnya kita abaikan karena sepi. Berharap rumah ke-2 yang terdengar bunyi orang mandi merespon. Akhirnyaa pintu dibukaa daaaaaan pak RW enggak ada. Anaknya aja yang di rumah (Dek, bisa wakilin tanda tangan Bapak? *digepruk sandal sama suami). Jadi, kita putuskan ninggalin kertasnya dan minta no telepon anaknya pak RW buat roger-rogeran kalau sudah pulang bapaknya (maksudnya telepon/sms).

11:30 Target menuju Polsek Depok
Salah satu kebahagiaan hidup adalah saat GPS menemukan alamat dari key word. Beuhhh kalau gak punya agama mah mari kita sembah gps sang pemandu jalan. Katanya polseknya di Kukusan, jadi rada deg-degkan udah solat jumat petugasnya.

Nah, sampailah di tujuan akhir GPS. Jeng jeengg.. Suami udah pasang muka BT karena di depan kita tidak ada kantor polisi. Adanya mini market yang selalu berdampingan itu. Ya masa sekarang kantor polisi merger sama mini market, ya enggak juga sih kayaknya ya. (Note: Enggak jadi sembah GPS walaupun gak punya agama. Masih mungkin sesat jalannya huhuhu). Jadilah suami merasa berhak mendapat kompensasi beli gorengan (lagi sering dilarang makan ini-itu soalnya hehehe). Untunglah tukang gorengannya lagi enggak ada hahahaha. Doi makin BT. Cipok suami sendiri.

Untunglah 100M sebelum lokasi yang ditunjuk GPS, adik saya sempat lihat plang kantor polisi dan menurut Mbak bersepeda motor, letaknya memang sudah kita lewati. Dan, tibalah kita dengan selamat di kantor polsek (patokannya depan Bolo-bolo resto). Suami udah enggak mau nemenin, jadi saya turun sendiri menemui Bapak-bapak polisi yang dari sononya bermuka galak.

Saya: Pak, mau bikin SKCK dimana? (Jadi, kalau pindah KTP beda provinsi perlu SKCK dari Polsek)

Pak Polisi Berseragam 1 & 2: … (acuh ceritanya)

Bapak tanpa seragam: Oh, tutup. Kan, libur bersama. Tanggal 29 baru buka

Tepok jidak untuk keduakalinya. Okeh baiklah. Artinya, hari Senin besok saya (sendiri) akan ke Kantor Kelurahan, Dinas Kependudukan & Polsek. Yaaaayyy *hibur diri sendiri*

12:15 Udah siang, makan yukk

Salah satu tempat makan fave dulu di Bakmi Buncit, sebelah Depok Town Square. Sayangnya hari ini mereka tutup jadi kita lanjut ke Pidie 2000 – mie aceh. Tadinya kita pikir akan tutup, ternyata buka.

Enaknya makan di Depok, banyak banget pilihan makanan di sepanjang Jl. Margonda yang enak dan murah. Makan bertiga dengan menu mie tumis (3) dan juices (3), totalnya cuma Rp92,000,-. Jauh lebih murah dibandingkan makan di mal.

Setelahnya… sampai matahari sudah tak tampak

Sambil menunggu Pak RW kita killing time dari servis PC suami kemudian lanjut ke Margo city buat windows shopping. Ya, cencunya abis windows shopping kita beli-beli juga sih. Dari ice cream uncle, ngopi-ngopi keceh di Sbux sampai belanja bulanan sodara-sodara sebangsa (mumpung bareng suami jadi kita bisa angkat ini belanjaan sama-sama kakaakk).

Entah sejak kapan, saya menyadari betapa gendutnya saya. Dulu, berpakaian dan merasa makin dipercantik karenanya. Sekarang, berpakaian dengan harapan tidak membuat sengsara karena kesempitan. Enggak ada tuh mikir kece apa enggak lagi. Gendut yang ini sama sekali enggak enak. Apalagi saya sering dikirain lagi hamil. Makin ngelangsa lah hati ini. Kali ini, saya mensyukuri kegendutan saya. 15 menit pertama sesi belanja bulanan dimulai, saya kebelet ingin ke toilet. Nah, karena mal sedang ramai, antrian rest room pun kena imbasnya. Gelisah dong mamak-mamak gendut tukang beser ini. Kemudian datanglah malaikat penolong yang mengobservasi kegendutan perut saya alias mbak pembersih kamar mandi. Dengan muka berempati dia menawarkan untuk saya memakai toilet untuk disable-people. Yess! Sabodo dia pikir saya hamil hwahahahaha *evil laugh. Enggak jadi pembenaran tentunya kegendutan ini, hanya saja gendut perutlah yang menyelamatkan saya dari rasa kebelet.

The Closing

Jangan tanya apa rasanya ke mal di hari libur dan hujan. Disaster! Kaki berkonde terpaksa tabah menunggu hampir sejam di lobby menunggu mobil mengangkut kami dan barang-barang belanjaan.

Setelah urusan surat pengantar dari Pak RW diambil (yaay, finally Bapaknya kasih cap & tanda tangan), akhirnya kami makan di kafe apartemen baru yang deket gapura selamat datang Depok (o em ji lupa nama apartemennya. googling sendiri ya hehehe). Tadinya mau numpang parkir tapi karena lapar jadi sekalian makan. Nama kafe-nya DARA MINA, letaknya di Ground Floor. Konsepnya ada Station & Co-working, dengan target mahasiswa UI untuk bisa nongkrong atau bahkan meeting di private room mereka. Tempatnya cozy, makanannya enaaakk dan muraahh. Kami nyobain Tofu Seafood, Tom Yam Seafood dan Nasi goreng teri. Kualitas dan rasa okehh. Harganya makanannya kisaran Rp30,000 – Rp100,000 ( yang diatas 50rb-an variasi Steak). Makanannya juga variatif, dari chinesse food, pasta, burger, etc. Minumnya cuma teh hangat. Total makan bertiga Rp128,000,-

Weellll, it’s just another day. Berasa sibuk banget pindah-pindah lokasi. Ada kuciwa, ada yang bikin senang. That’s life. Keep it simple and always try to end a day with smile 🙂

Advertisements